Pelatihan Kepala Sekolah TK dan PG di Ujoh Bilang

14 Maret 2015 tim Dinamika Edukasi Dasar bekerja sama dengan Dinas Pendidikan kabupaten Mahakam Ulu, memberikan pelatihan Kepala Sekolah TK dan PG di daerah tersebut. Mahalam Ulu sendiri merupakan kabupaten pemekaran dari Kutai Barat. Perjalanan panjang yang melelahkan dari Balikpapan melewati rute darat dan air ternyata terobati dengan menyaksikan pemandangan indah di wilayah kabupaten Mahakam Ulu.

Tempat pelatihan kali ini bertempat di ibukota kabupaten yang bernama Ujoh Bilang, kecamatan Long Bagun. Kabupaten Mahakam Ulu sendiri memiliki lima kecamatan. Masing-masing bernama Long Hubung, Laham, Long Bagun, Long Pahangai dan Long Apari. Peserta pelatihan ditargetkan 20 orang akan tetapi karena antusias belajar yang cukup besar, maka peserta pelatihan mencapai 23 orang. Pelatihan berlangsung selama lima hari. Mulai dari Senin, 16 Maret sampai dengan Jum’at, 20 Maret.

Setiap harinya pelatihan berlangsung dari pukul 08.00 WITA sampai dengan pukul 16.00 WITA. Hari pertam diisi dengan perkenalan dari pemateri dan peserta, dilanjutkan dengan pemetaan masalah pendidikan di daerah Mahakam Ulu yang dibawakan oleh Mas Carol. Dalam pemetaan muncul masalah-masalah yang berkaitan denangan fasilitas. Guru menganggap media belajar lokal yang sudah digunakan adalah kuno dan kurang edukatif. Selain itu, daya kreasi guru dalam mengajar belum dapat dimaksimalkan dengan baik. Setelah pemetaan masalah pendidikan, Mas Ferry melanjutkan dengan kepemimpinan Kepala Sekolah. Disini dijelaskan bahwa Kepala Sekolah sebagai seorang pemimpin, perlu menjadi daya semangat dan menginspirasi bagi guru-guru yang dipimpin. Tak ubahnya sebagai seorang menejer, Kepala Sekolah juga merupakan pengelola sekolah. Baik atau buruknya sekolah tersebut, banyak dipengaruhi oleh Kepala Sekolah sebagai pemimpin.

Hari kedua dilanjutkan dengan teori belajar aktif, materi ini disampaikan oleh Mas Ferry, disini disampaikan bahwa belajar aktif merupakan metode belajar yang mengajak peserta didik melakukan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan ketrampilan, sikap dan pemahaman dengan penekanan kepada belajar sambil berkegiatan, sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik, menyenangkan dan efektif. Setelah teori belajar aktif, pelatiahn dilanjutkan dengan pengenalan MI (Multiple Inteligences). Dengan pembeian MI diharapkan guru dapat mengetahui potensi muritnya dalam berbagai bidang dan dapat memfasilitasinya dengan baik. Sesi terakhir di hari ke dua, dittup dengan pemberian materi untuk mengetahui dan memanfaatkan sumber belajar lokal untuk proses pembelajaran.

Hari ke tiga, melanjutkanmateri MI di hari ke dua, tetapi kali ini guru-guru diajak untuk bersama-sama membuat sebuah metrik MI sebagai bekal penentuan materi belajar. Setelah pembuatan metrik, maka dilanjutkan dengan perencanaan kegiatan mingguan dan kegiatan harian. Untuk kelancaran pembelajaran, seorang guru yang baik tentunya akan merencanakan kegiatan pembelajaran agar dalam penyampaian materi yang disasar dapat dilaksanakan.

Setelah semua perangkat perencanaan pembelajaran dibuat dan digarap, pada hari ke empat peserta membuat media dan alat peraga yang dibutuhkan dalam pembelajaran yang sudah dibuat. Alat peraga dan media bertujuan untuk membantu anak memahami materi yang hendak diberikan oleh guru. Selain media dan alat peraga pembelajaran, guru juga perlu mengukur ketercapaain materi yang diberikan kepada muridnya. Slah satu cara pengukurannnya adalah dengan mengunakan lembar kerja. Dalam lembar kerja guru dapat melihat hal-hal khusus dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar terhadap muridnya.

mahakam ulu1 mahakam ulu 2

Ruang Bincang

Ruang bincang adalah sebuah media berbincang atau yang biasa disebut dengan chat room. Dalam Ruang Bincang anda dapat berkomunikasi langsung dengan admin web ini.

Ruang Bincang dapat anda temukan di pojok kanan bawah web ini, dengan warna hijau.

Selamat menikmati dan berdinamika bersama.

Salam pendidikan.

IMG_20150220_114055[1]

Persahabatan antara Perasaan, Pikiran dan kesadaran

Komunikasi merupkan hal mendasar yang dimiliki manusia sejak dilahirkan. Secara mudah dipahami, komunikasi merupakan jembatan yang menghubungkan pikiran, perasaan seorang dengan orang lain tanpa terhalang atau secara sadar. Jembatan yang disebut komunikasi tadi dihubungkan dari beberapa unsur, diantaranya. Ekspresi, adalah bentuk ungkapan yang jelas dapat dilihat dan dimengerti oleh orang lain. Bila ekspresi telah tersembul, maka perlu ada upaya untuk menghidupi ekspresi itu tadi dengan penjiwaan. Sebuah ekspresi sebagai penghubung komunikasi tidak hanya cukup dengan penjiwaan, tetapi juga harus menarik. Bila hanya sekedar berekspresi, tentunya manusia tak ubahnya seperti binatang.  Manusia ingin orang lain mengerti apa yang diekspresikan. Contohnya bila kita menyayangi seseorang tidak mungkin kita hanya mengatakan “aku sayang padamu” secara sekilas atau sambil berjalan. Tidak mungkin juga kita mengatakaknnya dengan membentak atau nada tinggi. Tetapi kita tentunya mengungkapkan hal tersebut dengan nada, suara yang lembut, penuh perhatian kepada objek yang kita beri perasaan, pikiran dan kesadaran kita tentangnya.

Kesadaran komunikasi seperti yang dijelaskan pada uraian di atas sangatlah penting. Terlebih dalam upaya komunikasi dengan anak. Anak merupakan objek komunikasi yang sangat rentan dengan pembelokan unsur dan maksud-maksud tertentu. Penanaman perasaan, pikiran dan kesadaran sebagai unsur pembangun komunikasi perlu ditanamkan sejak dini. Cara penanaman terhadap anak secara tepat adalah dengan pola asuh. Dengan pola asuh yang baik di sekolah maupun di rumah dapat membantu anak supaya dapat menjadi komunikator yang baik.

Pada tanggal 20 dan 21 Februari 2015, sekolah Mangunan mengadakan workshop menggenai kesadaran komunikasi khususnya terhadap anak. Narasumber yang mengisi workshop kali ini merupakan seorang aktor kawakan baik di dunia panggung maupun layar kaca, yakni Bapak Adi Kurdi. Atas kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dan ketertarikannya terhadap proses pendidikan di sekolah Mangunan, maka beliau mau membagikan ilmunya kepada rekan-rekan guru dan orang tua wali murid di sekolah Mangunan.

Seorang anak bukanlah sebuah mesin yang harus dituntut memenuhi target tertentu, contohnya nilai, prestasi dan lain sebagainya yang nantinya hanya jadi mimpi. Tetapi ajaklah mereka untuk berimajinasi tentang apa yang mereka ingin kerjakan. Biarkan perasaan, dan logika anak berkembang dengan sendirinya. Tugas guru dan orangtua  adalah sebagai penerima informasi dari sang anak yang nantinya memberikan timbalbalik positif dan jelas berupa saran, tanggapan sehingga muncul pertimbangan yang mendasar dari sang anak. Harapannya anak terbiasa dengan sebuah permasalahan kemudian dapat mengkoreksinya dan akhirnya mendapat solusi secara tepat atas masalah yang sedang dihadapi.

Menjalin komunikasi yang baik terhadap anak khususnya pada masa sekarang ini juga bukanlah hal yang mudah. Dengan maraknya teknologi seperti telepon pintar, layanan internet, kesibukan dunia kerja dan lain sebagainya merupakan tantangan yang cukup besar. Ketika kita tak dapat mengatasinya bukan hal tidak mungkin bila kita hanya seperti binatang, yang hanya bisa mengekpresikan sesuatu tanpa ada kesadaran, pikiran dan rasa yang ingin dikomunikasikan.

IMG_20150220_114129[1]IMG_20150220_135929[1]IMG_20150220_134055[1]

Karyawan DED

A. Ferry T. Indratno

Wakil Direktur

 

 

 

 

Ig. Kingkin Teja Angkasa

Monitoring dan Evaluasi

 

 

 

 

Prasena Nawak Santi

Kepala Bagian Penelitian & Pengembangan

 

 

 

 

Yohanes carol K.A.V.J

Staf Penelitian & Pengembangan

 

 

 

 

Y. Eka Adi Sunarso

Kepala Bagian Laboratorium

 

 

 

 

Andi Kristiawan

Staf Laboratorium

 

 

 

 

Novi Dwi Rusmawaty

Staf Laboratorium

 

 

 

 

Y. Siswandi

Staf Laboratorium

 

 

 

 

Ag. Tjandra Joelianto

Staf Umum

 

 

 

 

Aldo Bintoro

Staf Front Office

 

 

 

 

 

SDKE Mangunan

 

Kartika Kirana

Kepala Sekolah

 

 

 

Guru

Agustina Tri Hanadayani

Kelas 1A

Fransisca puspitasari

Kelas 1B

 

 

 

 

 

Cicilia Suratiwi Martiningrum

 

 

 

 

 

Yosep Mulharsa (Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Sarpras)

Kelas 3

 

 

 

 

 

Bangkit Stiyaji

Kelas 4

 

 

 

 

Ifnu Suharyadi

Kelas 5

 

 

 

 

Khatarina Supatminingsih (Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum)

Kelas 6

 

 

 

 

 

Gita Styandari (Staf Perpustakaan)

TIK

 

 

 

 

 

Benediktus Sukiwidhianto Prabowo

Bahasa Inggris dan jawa